Kursi kayu retro tetap menjadi favorit banyak orang, terutama karena Indonesia kaya akan berbagai jenis kayu yang bisa dimanfaatkan. Salah satu contohnya adalah kayu jati yang sering dipilih untuk membuat berbagai macam furniture, termasuk kursi. Meskipun banyak digandrungi, perawatan kursi kayu ini harus dilakukan dengan baik untuk menjaga estetika dan keawetannya.
Baca Juga: Kursi Akar Kayu Jati, Seni Alami untuk Hunian Tradisional Modern

Langkah Merawat Kursi Kayu Retro
Perawatan furniture dari kayu terbilang praktis dan bisa dilakukan sendiri. Oleh sebab itu, pemilik tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tenaga profesional.
Sebenarnya, perawatan kursi retro dan kursi biasa memiliki beberapa perbedaan dasar. Sebab, kursi retro cenderung memiliki usia yang lebih tua dengan jenis finishing lama.
Belum lagi, kayu retro juga seringkali mengalami perubahan warna akibat sinar UV dan mengalami degradasi alami. Hal ini menjadikan perabot jauh lebih sensitif ketimbang kursi biasa.
Sebagai gambaran, berikut beberapa faktor penting yang harus diperhatikan dalam proses perawatan
1. Manajemen Penempatan dan Lingkungan
Merawat perabot kayu jati dengan benar penting untuk menjaga ketahanan dan keindahannya. Kursi atau furniture kayu sebaiknya tidak diletakkan terlalu dekat dengan dinding agar sirkulasi udara tetap lancar dan kayu terhindar dari kelembaban yang bisa merusak. Selain itu, memberi jarak juga memudahkan pembersihan di sekitar perabot dan mencegah goresan pada dinding maupun lantai.
Meskipun kayu jati dan berbagai jenis kayu lain memiliki ketahanan terhadap cuaca, perawatan tetap diperlukan agar umur perabot lebih panjang. Kursi kayu sebaiknya diletakkan di area yang terlindung dari sinar matahari langsung.
Paparan terus-menerus dapat membuat permukaan kayu memudar, kusam dan mengurangi nilai estetika perabot seiring waktu. Selain itu, melindungi kursi dari panas berlebih juga membantu menjaga kekokohan dan kualitas kayu.
2. Rutin Memeriksa Posisi Kursi
Langkah penting berikutnya adalah memeriksa secara berkala posisi kursi dari kayu jati. Perabotan kadang tanpa sengaja bergeser sehingga terlalu dekat dengan dinding.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu pertumbuhan jamur dan merusak kualitas kayu. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini juga memudahkan proses pembersihan sekaligus menjaga kilau alami perabot.
3. Hindari Paparan Air Berlebihan pada Kayu
Selain sinar matahari langsung, kursi kayu retro sebaiknya tidak sering bersentuhan dengan air. Kelembaban yang terus-menerus dapat menyebabkan kayu menjadi lemah dan mudah rusak.
Selain itu, penting untuk menjauhkan perabot dari cairan yang berpotensi menimbulkan noda atau merusak permukaan. Menjaga kebersihan dan kondisi kering kayu akan memperpanjang umur pakainya.
4. Pasang Pelindung pada Kaki Furniture
Sebagian besar furniture terbuat dari kayu keras yang membuatnya cukup berat. Nah untuk mengurangi risiko kerusakan pada lantai, sebaiknya setiap kaki furniture diberi lapisan pelindung, seperti kain tebal atau bahan serupa.
5. Bersihkan Menggunakan Cairan Khusus Kayu
Langkah berikutnya untuk membuat kursi kayu retro tampak mengkilap adalah memakai cairan pembersih khusus kayu. Misalnya saja menggunakan bahan Beeswax. Jenis bahan ini merupakan lilin lebah madu yang banyak digunakan sebagai bahan perawatan dan finishing furniture kayu secara alami.
Gunakan cairan tersebut secukupnya dan lap dengan kain microfiber yang halus agar permukaan tetap terjaga. Hindari produk pembersih yang mengandung aseton, metanol atau bahan kimia keras lainnya karena dapat merusak lapisan pelindung kayu.
Setelah diolesi Beeswax, biasanya kayu akan mengalami perubahan visual dan fisik yang signifikan. Mulai dari tampilan berkilau, warna lebih tajam, tekstur halus dan lembut hingga efek water-repellent atau tahan air.
Penggunaan Beeswax untuk merawat furniture kayu bisa dilihat dalam video di kanal YouTube AsepDroid. Pemilik video menjelaskan tahapan penggunaan bahan bisa diaplikasikan dengan spons, busa atau kain microfiber halus yang tidak terlalu kasar. Setelah dioleskan, tunggu hingga kering. Jika sudah, gosok menggunakan kain bersih. Setelah selesai, perbedaannya langsung terlihat jelas. Kayu tampak lebih gelap dan serat kayunya lebih menonjol. Tampilan kayu pun jadi lebih hidup dan terlihat natural. Ketika disentuh, kayu tidak terasa lengket di tangan.
Berikut contoh tampilan furniture kayu sebelum dan sesudah diolesi menggunakan Beeswax.

6. Olesi dengan Pengkilap untuk Furniture Kayu
Salah satu cara efektif untuk merawat kursi kayu retro adalah dengan mengaplikasikan pengkilap khusus. Terutama saat musim panas, produk ini membantu melindungi permukaan kayu dari kerusakan akibat panas dan kelembaban. Selain menjaga ketahanan, pengkilap juga membuat perabot tetap tampak bersinar dan segar seperti baru.
Lakukan Test Sebelum Pembersihan Total
Sebaiknya, lakukan uji coba pada area tersembunyi sebelum mengaplikasikan Beeswax. Langkah ini berguna untuk memastikan bahwa bahan kimia dalam pembersih tidak bereaksi negatif pada lapisan finishing asli kursi.
- Pilih area tersembunyi di bagian bawah dudukan kursi atau kaki kursi yang tidak terlihat langsung.
- Oleskan sedikit cairan menggunakan ujung kain katun.
- Tunggu hingga 15 sampai 30 menit, biarkan cairan mengering sepenuhnya.
- Evaluasi hasilnya apakah aman untuk digunakan pada furniture.
Sebagai catatan, kursi retro seringkali menggunakan finishing lama seperti shellac yang sensitif terhadap alkohol dan pelarut kuat. Oleh sebab itu, uji coba ini bisa jadi pilihan terbaik untuk meminimalisir kerusakan furniture dari aplikasi cairan yang kurang tepat.
Perbandingan Keunggulan Kursi Kayu dengan Sofa
Kursi kayu dan sofa memiliki keunggulan dan fungsi yang berbeda dalam ruang tamu atau area duduk. Kursi kayu umumnya lebih kokoh, tahan lama dan mudah dibersihkan, sehingga cocok untuk suasana formal atau minimalis. Tetapi biasanya, kursi kurang nyaman untuk duduk dalam waktu lama tanpa bantalan tambahan.
Sebaliknya, sofa menawarkan kenyamanan lebih karena dilapisi busa empuk dan kain atau kulit. Idealnya, kursi cocok untuk bersantai dan bercengkrama bersama keluarga. Hanya saja, perawatannya lebih rumit dan ukurannya cenderung memakan ruang lebih besar.
Kursi retro lebih unggul soal investasi jangka panjang ketimbang sofa modern. Sebab, sofa modern memiliki busa yang bisa saja kempes dalam waktu 5 tahun.
Baca Juga: Kursi Balok Kayu Jati Furniture Berkualitas dengan Harga Tinggi
Merawat kursi kayu retro sebenarnya tidak sulit asalkan dilakukan secara rutin dan teliti. Membersihkan debu secara berkala, menghindari paparan langsung sinar matahari serta menggunakan pengkilap atau pelindung kayu yang sesuai. Tahapan tersebut bisa membuat kursi tetap terlihat indah dan terjaga keawetannya.

Saya owner di Furniture Pesona Jepara sekaligus konsultan furniture dengan fokus pada spesialisasi material kayu dan interior HPL playwood. Dengan pengalaman tak kurang dari 9 tahun sebagai pengamat furniture, saya siap membagikan informasi seputar berbagai kebutuhan kursi. Mulai dari pemilihan kursi, desain fungsional dan ergonomis hingga rekomendasi produk sesuai kebutuhan ruang dan anggaran.



